21 Jan 2025

Penglihatan, Pendengaran dan Fuad

 Penglihatan, Pendengaran dan  "Fuad"


Dalam  berbagai  ayat, fuad  sering diartikan sebagai hati. 32:9, 6:110, 46:26,   6:113, 14:43, 53:11

Namun di berbagai ayat yang lain hati sering digunakan untuk mqenterjemahkan Qulb (kolbu) 22:46, 7:179

Qulb dan fuad tentu memiliki makna berbeda dalam Quran  ? 

Dan kedua kata memiliki keterhubungan. 


Jika melihat  ayat 22:46, qulb dekat dengan makna hati (kolbu) yang berfungsi memahami sesuatu (berakal), memahami sesuatu (paham) yang terstruktur/terbangun dari 3 dimensi : melihat, mendengar, dan satu lagi fuad meski tak disebut dimensi satunya ini dalam ayat tersebut,  dari ayat lainnya tersebut diatas   kata penglihatan, pendengaran selalu digenapi dengan   fuad. 

Jika memperhatikan semua ayat yang terkandung kata fuad akan lebih dekat dengan makna kata rasa/feeling : penglihatan, pendengaran dan rasa, sebagai 3 dimensi pembangun penyempurna paham/akal,  cara manusia memahami sesuatu dengan sempurna. 

Yang dunia barat mengenalnya sebagai VAK (visual,  auditory, kinesthetic). Bukan mata  yang melihat dan bukan telinga yang mendengar tapi qulb/hati yang melihat ,mendengar, merasa , (yang memahami). 

Qulb yang  memahami terbangun dari  3 dimensi pembentuk bangun paham (penglihatan, pendengaran, dan  rasa)  terungkap dalam ayat 7:179, semakin jelas bahwa pemahaman manusia terbentuk dari 3 dimensi penglihatan, pendengaran dan rasa yang ketiganya terbangun didalam  qulb (hati). 

Jika melihat ayat 42:51-53, dapat dipahami bangun  paham yang terbangun dari 3 dimensi penglihatan, pendengaran dan rasa , sebagai cara  Tuhan  berkomunikasi memahamkan sesuatu yang manusia belum tahu. 96:1-5. Tuhan Tidak secara langsung bercakap cakap sebagai sosok, tetapi berkomunikasi melalui perantara 3 cara : wahyu (inspirasi), dibalik hijab (tabir peristiwa), utusan berbagai wujudnya yang mewahyukan. 42:51. 

Dibalik hijab , dapat dipahami dibalik setiap  peristiwa /perwujudan  dualitas  (siang, malam, sakit, sembuh , panas , dingin, awal , akhir) terdapat tanda (ayat) petunjuk   arah makna hakikat/hikmah  dibalik peristiwa/adegan/bacaan (scene). 

Ketika ketiga dimensi terbangun membangun paham dalam hati, manusia akan memahami berbagai urusan/bab  berupa Ketetapan dan Hikmah , Ketetapan semesta yang jika diperbuat memberi manfaat (hikmah) bagi semesta. 

Bagaima Ketetapan dan Hikmah (Taurat dan Injil) itu  sampai pada manusia pemberita ?   2:129, 43:4, 3:81.


3:81 Dan ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, 'Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa Ketetapan  dan Hikmah, kemudian datang kepadamu satu rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.' Dia berkata, 'Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?' Mereka menjawab, 'Kami mengakui.' Dia berkata 'Maka, bersaksilah   dan Aku menjadi saksi diantara para saksi'

Manusia pada level kesadaran Ruh hadir  sejatinya mengemban amanat pemberita Ketetapan dan Hikmah. Tesla, Archimedes penyampai Ketetapan dan Hikmah, dari ayat  yang nyata,  bahkan seorang guru (anak, bapak, kakak, adik) yang mengajarkan Ketetapan dan Hikmah kebenaran  juga mengemban amanat pemberita (nabi), siapapun. 33:45-48, 33:6-7. 

42:52 Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Ruh dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidak mengetahui apa itu Ketetapan  dan apa itu iman, tetapi Kami menjadikannya cahaya yang Kami beri petunjuk dengan cahaya itu siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus."

42:53 "Itulah jalan Allah, yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, hanya kepada Allah lah kembali segala urusan."

Maka sejatinya setiap bertumbuh kepahaman /kesadaran manusia, saat itu wahyu berupa  Ruh ditiup mencahayai menerangi kegelapan manusia. Ia terus mengalir menyempurnakan ketajaman  penglihatan, pendengaran dan rasa dan menguatkan imannya 32:9, 38:72, melalui proses 29:45, 11:114, 33:35-36, 18:26-27 , 2:277, 22:46

Bangun paham yang terbangun dari 3 dimensi mendengar, melihat, merasa adalah bangun paham yang ketika ia belum terbangun (gelap dan  ragu) manusia diperintah untuk bacalah (iqro), apa yang dibaca ? 29:45 ialah ayat ayat (tanda tanda) yang Dia perlihatkan pada diri dan sejauh penglihatan, dan bangunlah paham bacaannNya dengan  hatimu. 41:53 , 11:114. Dirikan "bangun paham" yang dalam Quran dituliskan  dibalik tabir /hijab   kata dirikan sholat yang ditunaikan dengan kemurnian (zakat), tanpa ditambah dan dikurang (netral), murni sebagaimana apa adanya ayat ayat nyata Allah.   Dirikan saholat tunaikan zakat adalah perintah kepada semua manusia yang percaya. Membangun bangun  paham yang sebangun dengan bangun paham Allah (Baiyt Allah) untuk mengingat Aku,  untuk Terhubung padaKu. 20:14, 

Membaca bacaan dengan 3 dimensi kesadaran tidaklah cukup hanya membaca bacaan atau mendengar suara, kecuali ia telah mengalami/memperbuatnya/bersaksi 10:61, dengan 4 saksi kebenaran (Allah (Aku1), Aku (Ruh/Aku2), kamu (nafs/jiwa/Aku3), dan apa yang dialami/sampai bacaan padanya /aku 4) keempatnya tidak berselisih , manunggal, bukan berita dusta  24:11-13, 6:19. 

Tulisan petir tak dapat dipahami sempurna. Dan akan bertumbuh menyempurna pahamnya ketika diperlihatkan wujudnya berupa kilatan cahaya dilangit, berupa  suara menggelegar yang memekakkan telinga dan dampak sambarannya yang menimbulkan rasa gemetar karena apapun  yang tersambar bisa terbakar dan  hangus. Memahami bersepeda, akan yakin paham ketika mengalaminya, hatinya mampu membaca gaya gravitasi ,  gaya berat tubuh, laju  sepeda untuk menyeimbangkan tubuh melaju bersepeda. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar